{"id":1050,"date":"2026-09-21T13:15:20","date_gmt":"2026-09-21T13:15:20","guid":{"rendered":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/?p=1050"},"modified":"2026-09-21T13:15:20","modified_gmt":"2026-09-21T13:15:20","slug":"cara-membuat-biji-salak-kenyal-dan-lezat-untuk-berbuka-puasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/cara-membuat-biji-salak-kenyal-dan-lezat-untuk-berbuka-puasa\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Biji Salak Kenyal dan Lezat untuk Berbuka Puasa"},"content":{"rendered":"<h1>Cara Membuat Biji Salak Kenyal dan Lezat untuk Berbuka Puasa<\/h1>\n<p>Biji salak merupakan salah satu hidangan favorit yang sering disajikan saat berbuka puasa. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis membuatnya menjadi sajian yang dinantikan oleh banyak keluarga. Artikel ini akan mengulas cara membuat biji salak yang kenyal dan lezat dengan langkah-langkah yang mudah diikuti. <\/p>\n<h2>Mengapa Biji Salak Populer Saat Ramadhan?<\/h2>\n<p>Sebagai makanan pencuci mulut, biji salak memiliki daya tarik tersendiri karena:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kenyamanan Tekstur<\/strong>: Teksturnya yang kenyal memberi sensasi yang memanjakan lidah.<\/li>\n<li><strong>Kandungan Energi Tinggi<\/strong>: Kombinasi pati dan gula memberikan sumber energi yang cepat setelah hari penuh puasa.<\/li>\n<li><strong>Rasa yang Lezat<\/strong>: Perpaduan manis gula merah dan santan memberikan cita rasa istimewa yang disukai banyak orang.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Bahan-bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Memiliki bahan yang lengkap adalah kunci untuk membuat biji salak yang sempurna. Berikut bahan-bahan yang diperlukan:<\/p>\n<h3>Untuk Biji Kulit Kayu<\/h3>\n<ul>\n<li>500 gram ubi jalar (warna sesuai selera, merah atau kuning)<\/li>\n<li>200 gram tepung tapioka<\/li>\n<li>Sejumput garam<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Untuk Kuah Gula<\/h3>\n<ul>\n<li>200 gram gula merah, serut halus<\/li>\n<li>100 gram gula pasir<\/li>\n<li>500 ml air<\/li>\n<li>2 lembar daun pandan, simpulkan<\/li>\n<li>Sejumput garam<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Untuk Kuah Santan<\/h3>\n<ul>\n<li>300 ml santan kental<\/li>\n<li>1 lembar daun pandan<\/li>\n<li>Sejumput garam<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah-Langkah Membuat Bibit Salak<\/h2>\n<h3>1. Mempersiapkan Ubi Jalar<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Mengupas dan Mengukus<\/strong>: Kupas ubi jalar, potong menjadi ukuran yang lebih kecil agar lebih cepat matang, lalu kukus hingga empuk.<\/li>\n<li><strong>Menghaluskan Ubi<\/strong>: Setelah matang, haluskan ubi jalar yang telah dikukus dengan cara menumbuknya atau menggunakan food processor.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Membuat Adonan Biji Salak<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Mencampur Bahan<\/strong>: Campurkan ubi jalar yang telah halus dengan tepung tapioka dan sedikit garam. Aduk rata hingga adonan bisa dipulung.<\/li>\n<li><strong>Pembentukan Bibit Salak<\/strong>: Ambil sedikit adonan, bentuk bulat-bulat kecil menyerupai biji salak sesuai selera.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Memasak Biji Salak<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Air mendidih<\/strong>: Didihkan air dalam panci besar.<\/li>\n<li><strong>Memasak Adonan Biji Salak<\/strong>: Masukkan bola-bola ubi ke dalam air mendidih. Petik ketika biji salak sudah mengapung dan matang sempurna.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Membuat Kuah Gula Merah<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Rebus kuahnya<\/strong>: Campur air, gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam dalam panci. Masak hingga gula larut dan saus mengental.<\/li>\n<li><strong>Mencampur Biji Salak dengan Kuahnya<\/strong>: Masukkan biji salak yang telah matang ke dalam kuah gula yang masih panas. Biarkan beberapa menit agar rasanya meresap.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Membuat Kuah Santan<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Memasak santan<\/strong>: Rebus santan bersama daun pandan dan garam dengan api kecil sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.<\/li>\n<li><strong>Penyajian<\/strong>: Sajikan biji salak dengan kuah gula merah dan tambahkan kuah santan di bagian atasnya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Tips Agar Biji Salak Kenyal dan Tidak Hancur<\/h2>\n<ol>\n<li><strong>Pemilihan Ubi Jalar<\/strong>: Pilih ubi jalar yang tidak terlalu lembek dan memiliki kadar air rendah untuk hasil yang kenyal.<\/li>\n<li><strong>Proporsi Tepung dan Ubi<\/strong>: Pastikan proporsi tepung tapioka dan ubi tepat agar tekstur biji salak menjadi kenyal tetapi tidak keras.<\/li>\n<li><strong>Pengadukan Saat Memasak Kuah<\/strong>: Aduk terus-menerus saat memasak kuah santan untuk menghindari pecahnya santan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa mempersembahkan biji salak yang kenyal dan lezat di meja berbuka puasa. Tidak hanya mudah dibuat, tetapi hidangan ini pasti akan menyenangkan setiap anggota keluarga. Selamat mencoba dan semoga berhasil!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Membuat Biji Salak Kenyal dan Lezat untuk Berbuka Puasa Biji salak merupakan salah satu hidangan favorit yang sering disajikan saat berbuka puasa. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis membuatnya menjadi sajian yang dinantikan oleh banyak keluarga. Artikel ini akan mengulas cara membuat biji salak yang kenyal dan lezat dengan langkah-langkah yang mudah diikuti.<\/p>\n<div class=\"more-link\">\n             <a href=\"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/cara-membuat-biji-salak-kenyal-dan-lezat-untuk-berbuka-puasa\/\" class=\"link-btn\"><span>Continue Reading <\/span><i class=\"icofont-thin-double-right\"><\/i><\/a>\n        <\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[277],"class_list":["post-1050","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-biji-salak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1050"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1050\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1052,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1050\/revisions\/1052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}