{"id":887,"date":"2026-06-06T09:33:46","date_gmt":"2026-06-06T09:33:46","guid":{"rendered":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/?p=887"},"modified":"2026-06-06T09:33:46","modified_gmt":"2026-06-06T09:33:46","slug":"resep-kuah-tekwan-autentik-rahasia-lezat-dari-palembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/resep-kuah-tekwan-autentik-rahasia-lezat-dari-palembang\/","title":{"rendered":"Resep Kuah Tekwan Autentik: Rahasia Lezat dari Palembang"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Kuah Tekwan Autentik: Rahasia Lezat dari Palembang<\/h1>\n<p>Indonesia, sebuah negara dengan kekayaan kuliner yang tak tertandingi, menawarkan berbagai hidangan khas dari setiap daerahnya. Salah satu yang terkenal dan memikat hati pencinta kuliner adalah tekwan dari Palembang. Hidangan ini memadukan rasa gurih kaldu dengan kelembutan bola-bola ikan, menjadikannya pilihan yang sempurna bagi siapa saja yang mencari cita rasa unik dan autentik. Artikel ini akan membahas tentang resep kuah tekwan autentik dan rahasia di balik kelezatan hidangan yang satu ini.<\/p>\n<h2>Sejarah dan Asal Mula Tekwan<\/h2>\n<p>Tekwan dianggap sebagai saudara sepupu dari pempek, dua hidangan yang sama-sama berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Nama &#8220;tekwan&#8221; sendiri adalah kependekan dari &#8220;Berkotek Samo Kawan,&#8221; yang dalam bahasa lokal berarti bercakap-cakap bersama teman. Hidangan ini sering disantap saat berkumpul dengan teman atau keluarga, menjadikannya simbol kebersamaan dan keramahan khas Palembang.<\/p>\n<h2>Bahan-bahan untuk Membuat Tekwan<\/h2>\n<p>Untuk mendapatkan cita rasa tekwan yang autentik, pemilihan bahan adalah kunci utamanya. Berikut adalah bahan-bahan yang diperlukan:<\/p>\n<h3>Bahan Bakso Ikan<\/h3>\n<ul>\n<li>500 gram daging ikan tenggiri, haluskan<\/li>\n<li>200 gram tepung sagu<\/li>\n<li>1 sendok teh garam<\/li>\n<li>1 sendok makan gula<\/li>\n<li>2 siung bawang putih, haluskan<\/li>\n<li>200 ml air es<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Kuah Kaldu<\/h3>\n<ul>\n<li>2 liter udara<\/li>\n<li>300 gram udang, bersihkan dan sisihkan kepala serta kulitnya untuk kaldu<\/li>\n<li>4 siung bawang putih, haluskan<\/li>\n<li>2 lembar daun salam<\/li>\n<li>2 batang serai, memarkan<\/li>\n<li>3 cm jahe, memarkan<\/li>\n<li>Garam dan merica secukupnya<\/li>\n<li>Daun bawang dan seledri, cincang halus sebagai pelengkap<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Pelengkap<\/h3>\n<ul>\n<li>Bihun, rendam dalam air hangat hingga lunak<\/li>\n<li>Jamur kuping, iris tipis<\/li>\n<li>Kembang tahu, rendam hingga lunak dan iris<\/li>\n<li>Bawang merah goreng<\/li>\n<li>Irisan jeruk nipis<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Membuat Tekwan yang Lezat dan Autentik<\/h2>\n<h3>Langkah-langkah Membuat Bakso Ikan<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Persiapan Adonan Ikan:<\/strong><br \/>\nCampurkan daging ikan tenggiri yang telah dihaluskan dengan tepung sagu. Tambahkan bawang putih halus, garam, gula, dan air es. Uleni hingga adonan bisa dibentuk.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Pembentukan Bakso:<\/strong><br \/>\nAmbil sedikit adonan, bentuklah bola-bola kecil dengan tangan. Lakukan hingga adonan habis.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Perebusan:<\/strong><br \/>\nDidihkan air dalam panci, masukkan bola-bola ikan dan masak hingga mengapung. Angkat dan tiriskan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah-langkah Membuat Kuah Kaldu<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Memasak Kaldu:<\/strong><br \/>\nRebus kepala dan kulit udang dengan 2 liter air hingga mendidih dan berkuah.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Penumisan Bumbu:<\/strong><br \/>\nTumis bawang putih yang sudah dihaluskan, jahe, dan serai hingga harum. Masukkan ke dalam panci kuah kaldu.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Penyedap:<\/strong><br \/>\nTambahkan daun salam, garam, dan merica. Biarkan mendidih.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Pengaturan Rasa:<\/strong><br \/>\nCicipi dan tambahkan bumbu sesuai selera. Setelah itu, masukkan udang yang sudah dibersihkan dan masak hingga matang.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Penyajian Tekwan yang Menggugah Selera<\/h2>\n<ol>\n<li>Siapkan mangkuk saji, tata bihun, jamur kuping, dan kembang tahu di dalamnya.<\/li>\n<li>Tambahkan bakso ikan yang sudah matang.<\/li>\n<li>Siram dengan kuah kaldu panas hingga semua bahan terendam.<\/li>\n<li>Taburi daun bawang, seledri, dan bawang merah goreng di atasnya.<\/li>\n<li>Sajikan dengan irisan jeruk nipis untuk menambah kesegaran.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips Menghidangkan Tekwan yang Autentik<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Pemilihan Ikan:<\/strong> Pastikan ikan tenggiri yang digunakan segar, karena ini sangat berpengaruh pada rasa dan tekstur bakso ikan.<\/li>\n<li><strong>Pengocokan Telur:<\/strong> Bisa ditambahkan putih telur ke dalam adonan bakso ikan untuk tekstur yang lebih lembut.<\/li>\n<li><strong>Variasi Kuah:<\/strong> Sesuaikan jumlah dan jenis bumbu sesuai dengan preferensi rasa, bisa lebih pedas atau lebih gurih.<\/li>\n<li><strong>Pelengkap:<\/strong> Gunakan bahan pelengkap segar untuk<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Kuah Tekwan Autentik: Rahasia Lezat dari Palembang Indonesia, sebuah negara dengan kekayaan kuliner yang tak tertandingi, menawarkan berbagai hidangan khas dari setiap daerahnya. Salah satu yang terkenal dan memikat hati pencinta kuliner adalah tekwan dari Palembang. Hidangan ini memadukan rasa gurih kaldu dengan kelembutan bola-bola ikan, menjadikannya pilihan yang sempurna bagi siapa saja yang<\/p>\n<div class=\"more-link\">\n             <a href=\"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/resep-kuah-tekwan-autentik-rahasia-lezat-dari-palembang\/\" class=\"link-btn\"><span>Continue Reading <\/span><i class=\"icofont-thin-double-right\"><\/i><\/a>\n        <\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[224],"class_list":["post-887","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kuah-tekwan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=887"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/887\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":889,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/887\/revisions\/889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/baksolavaummuakbar.id\/writings\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}